Kamis, 12 Januari 2012

DIARI HARIAN

DIARI HARIAN

MASA-MASA TERINDAH SEWAKTU SMP

Dulu sewaktu saya masih SMP sekitar tahun 2002-2005 di SMP Negeri 5 Pekanbaru, saya merasa bahagia karena waktu saya kelas VII (Tujuh) di ruangan 1.6, untuk pertama kalinya saya jatuh cinta pada seorang laki-laki, dan cowok itu bernama David Charly yang juga satu ruangan kelas dengan saya. Ya, dari namanya tentu ia bukan orang Indonesia asli. David adalah keturunan Tionghoa, keturunan Belanda, dan sudah cukup lama di Indonesia, tapi sayangnya ia beragama Kristen Khatolik. Perbedaan agama tidak membuat perasaan saya terhadap David menjadi berubah. Saya pun tetap pada pendirian untuk mencintai dan menerima ia apa adanya, seperti David yang juga mencintai dan menerima saya apa adanya. Sampai sekarang saya merindukannya.
David termasuk anak yang sangat pintar untuk pelajaran hitung-menghitung. Wajar saja ia sangat pintar dan menguasai matematika, fisika, kimia, ekonomi, dan akuntansi. Saya sering dibantunya untuk mengerjakan tugas hitung-menghitung tersebut. Selain itu pun ia juga mahir berbahasa Inggris, ini semua benar-benar membuat saya salut kepadanya. David orangnya suka menolong teman yang sedang kesusahan dan baik hati terhadap sesamanya. Ia sama sekali tidak pernah membedakan teman yang satu dengan teman yang lainnya. Mungkin bisa dikatakan cinta kami ini adalah cinta monyet, tapi waktu itu saya dan David berpacaran dengan cara yang positif, unik, berbeda, dan lain daripada yang lain.
Kabar yang saya pernah dengar dari sahabatnya David, ia pernah mengatakan kalau David ternyata terkena penyakit kelainan jantung. Ya Allah, saya langsung saja shock, menangis, sedih, pilu, dan berharap agar David diberi kesembuhan dari Allah SWT. David adalah seorang laki-laki yang tidak akan pernah terganti dari hati saya. Saya benar-benar sangat mencintai dan menyayanginya. Hingga akhirnya David meninggal dunia pada tahun 2008 kemarin, setelah saya tamat dari SMA Handayani Pekanbaru.
…I Miss You My Darling…

CERITA TEMPAT TINGGAL

CERITA TEMPAT TINGGALKU DI RUMAH

Saya dan keluarga memang memiliki budaya yang berbeda-beda, tapi saya dan keluarga sudah menetap di Pekanbaru ini sejak tahun 1996 (berarti sudah 16 tahun saya di Pekanbaru). Semenjak tahun 1996 hingga sekarang tahun 2012, saya pernah berpindah-pindah rumah sebanyak tiga kali. Yang pertama rumah saya di Jalan Sutomo nomor 39 Pekanbaru, yang kedua rumah saya di Jalan Sisingamangaraja Asrama Polisi (Poltabes) Pintu Angin nomor 76 Pekanbaru, dan yang ketiga (sekarang saya bertempat tinggal disini) rumah saya di Jalan Sekuntum Perumahan Pondok Mayang blok B3 No. 2 RT 03/ RW 16 Pekanbaru.
Saya merasa fine tinggal di Jalan Sekuntum ini, tapi sebenarnya saya akan lebih bahagia lagi bila masih tinggal di rumah saya yang di Jalan Sisingamangaraja tersebut. Di Jalan Sisingamangaraja itu, sudah 14 tahun saya dan keluarga tinggal di rumah tersebut. Tentunya banyak sekali suka dan duka yang telah kami lewati bersama, dan akan selalu saya jadikan sebagai kenangan yang terindah buat hidup saya selama ini. Tetangga-tetangga yang selalu kompak dan selalu mendukung untuk kebahagiaan kami semua di Asrama Polisi tersebut, membuat hati ini rasanya ingin sekali bisa ke Jalan Sisingamangaraja lagi.
Kalau di Jalan Sekuntum ini, saya tidak tahu kenapa baru saja 1 tahun saya dan keluarga tinggal di rumah ini, tapi saya seperti merasa kesepian, tidak ada yang mampu menghidupkan suasana yang ramai dan tentram, karena semua berjalan semaunya saja (hidup sendiri-sendiri). Tetangganya pun selalu menutup pintu, baik pada waktu pagi, siang, ataupun sore hari. Sungguh suasana yang sangat tidak saya inginkan! Saya ingin kembali ke Jalan Sisingamangaraja itu lagi, tapi tidak mungkin bisa saya menempati asrama polisi yang dulu pernah saya huni tersebut, karena rumah itu sudah dijual oleh Bapak saya sewaktu kami pindah ini.
Kini, saya hanya bisa mengenang semua cerita kenangan indah di Jalan Sisingamangaraja tersebut, tapi rindu saya sudah bisa terobati karena insya Allah seminggu lagi saya akan ke Jalan Sisingamangaraja tersebut untuk menemui para tetangga dan sahabat-sahabat yang selalu ada di hati saya sampai kapanpun.
…Love me my family…

CERITA KELUARGA

CERITA KELUARGAKU DI RUMAH

Perkenalkan, nama saya Herwati Dwi Ningsih, usia saya di tahun ini memasuki angka 22 tahun (saya dilahirkan pada tanggal 10 Oktober 1990). Keluarga saya ini semuanya berasal dari budaya yang berbeda-beda (karena Bapak saya sering berpindah-pindah tugas kepolisiannya di luar kota, arahan dari atasannya pada waktu itu), tapi walaupun demikian, alhamdulillah tetap saja ada kebersamaannya kalau lagi ngumpul bareng dan bahasa yang dipakai di dalam rumah adalah bahasa Indonesia. Saya dilahirkan di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, tepatnya di Sanjai Guguak Randah Jalan Perikanan nomor 9, samping SD 029. Bapak saya dilahirkan di Kota Palembang, Sumatera Selatan. Ibu saya dilahirkan di Kota Semarang, Jawa Tengah. Mbak Eka (kakak saya) dilahirkan di Kota Bandung, Jawa Barat. Dan yang terakhir Tiara (adik saya) dilahirkan di Kota Bali. Jadi keluarga saya memiliki lima budaya yang beraneka macam, saya bahagia sekali mempunyai keluarga yang seperti ini.
Adapun Mbah Putri (nenek saya) dilahirkan di Kota Klaten, Jawa Tengah, sedangkan Alm. Mbah Kakung (kakek saya) dilahirkan di Kota Jepara, Jawa Tengah. Saya memiliki garis keturunan polisi, dari Alm. Mbah Kakung, Bapak saya, tante saya, om saya, dan saudara sepupu saya yang sekarang bertugas di Kota Magelang, Jawa Tengah. Adapun Ibu saya sebagai Ibu Rumah Tangga. Keluarga saya memiliki hobi masing-masing, seperti misalnya Bapak saya yang suka menonton acara berita televisi di Tv-One dan bermain golf, Ibu saya yang suka membuat makanan, minuman, kue, dan sejenisnya, Mbak Eka yang suka shopping atau belanja keperluannya dan mendengarkan musik Pop, Tiara yang suka menggambar pemandangan pantai dan menyanyi, dan saya sendiri yang suka membaca buku psikologi dan buku ruang angkasa, mengoleksi barang-barang unik dan barang-barang antik, memandangi alam pegunungan sekitar atau yang bersifat natural, dan belajar serta mengetik data-data di komputer atau laptop.

…Mudah-mudahan agar keluarga saya ini dapat terus bahagia dan diberikan keberkahan oleh Allah SWT untuk kebaikan kami sekeluarga, amien…

TANGGAPAN TERHADAP FKIP UIR

TANGGAPAN TERHADAP FKIP UIR BAHASA INDONESIA TAHUN AKADEMIK 2011/2012

Menurut saya FKIP UIR Bahasa Indonesia ini sudah sangat baik untuk universitas yang ada di Pekanbaru-Riau ini. Selain FKIP, saya juga menyenangi Fakultas Psikologi dan Fakultas Ilmu Komunikasi. Saya senang telah dapat masuk di Universitas Islam Riau ini. Kampus yang diberi gelar sebagai kampus Darussalam ini adalah kampus tertua yang ada di Pekanbaru-Riau, berdiri sejak tahun 1962. Tepat di tahun tersebut Bapak saya telah dilahirkan di dunia fana ini. Berarti sekarang, FKIP sudah memasuki usia ke 50 tahun, sungguh perjalanan yang begitu panjang dan membutuhkan perjuangan serta pengorbanan yang besar.
Saya akan memberikan saran terhadap FKIP UIR ini agar kebersihan tetap selalu diperhatikan. Soalnya sampah-sampah banyak sekali yang saya temukan di sekitaran gedung FKIP ini, dan saya yakin itu pasti ulah mahasiswa/i FKIP sendiri yang tidak menganggap penting arti kebersihan di FKIP UIR ini. Sungguh ironis dan menyebalkan! Padahal banyak sekali dampak buruk yang dihasilkan karena sampah-sampah tersebut, seperti datangnya penyakit demam berdarah, diare, penyakit kulit, dan lain-lain, juga FKIP UIR kelihatan seperti kurang kebersihannya di mata fakultas-fakultas lain dan para pejabat tertinggi.
Maka dari itu, saya sarani agar di FKIP UIR tersebut hendaknya membuat penilangan atau denda bagi siapa pun yang membuang sampah sembarangan di FKIP UIR, dendanya diperkirakan mencapai Rp. 10.000 atau bahkan lebih, agar tidak ada lagi yang membuang sampah sembarangan di sekitar FKIP UIR ini. Mereka mungkin akan memikirkan hal ini untuk kedua kalinya, pastinya mereka tidak akan rela memberikan uang Rp. 10.000 tersebut secara cuma-cuma karena mereka sendiri sedang banyak kebutuhannya, dan sekaligus perlu dipasang juga di tiap sudut-sudut ruangan ada CCTV dan petugas aktif untuk memantau keadaan bagi siapa saja yang membuang sampah yang tidak pada tempatnya (membuang sampah sembarangan).

…Mudah-mudahan agar saran saya ini dapat dipertimbangkan lagi dan akhirnya disetujui oleh pihak FKIP UIR untuk kebaikan kita nanti, amien…

SANGGAHAN ATAU KRITIK TERHADAP DOSEN

SANGGAHAN ATAU KRITIK TERHADAP DOSEN-DOSEN DI FKIP UIR BAHASA INDONESIA YANG MENGAJAR DI KELAS 1.A T.A 2011/2012

Dosen Mata Kuliah Membaca
Drs. Darusman, AR., M.Pd

Sanggahan:   Saya sangat senang dengan pelajaran membaca yang Bapak ajarkan kepada kami semua. Karena saya merasa bahagia ketika membaca buku, terutama buku psikologi dan buku pengembangan kepribadian, hingga saya mengoleksi beberapa buku di ruangan kecil perpustakaan saya di rumah, yang sengaja saya buat untuk memenuhi kebutuhan membaca di rumah. Saran saya agar Bapak bisa lebih memahami kemampuan dan mental kami sebagai mahasiswa/i Bapak. Tapi secara keseluruhan, Bapak sudah bisa menjadi dosen yang baik dan bermartabat.

Dosen Mata Kuliah Pendidikan Pancasila
Tat Marlina., S.H., M.H

Sanggahan:   Saya suka dengan pelajaran pendidikan pancasila yang Ibu ajarkan kepada kami semua, karena saya waktu masih SD kelas 5 dan 6 sangat senang mempelajari tentang pancasila ini hingga sekarang, apalagi kalau materinya tentang sejarah masa lalu seperti pada tahun 1945 dan kisah-kisah inspiratif Pak Soeharto, idola saya dari dulu hingga sekarang. Saran saya agar Ibu bisa lebih meningkatkan pengajaran agar menjadi yang lebih baik lagi kedepannya. Tapi secara keseluruhan, Ibu sudah bisa menjadi dosen yang baik dan bermartabat.

Dosen Mata Kuliah Berbicara
Drs. Supriyadi., M.Pd

Sanggahan:   Saya sangat senang dengan pelajaran berbicara yang Bapak ajarkan kepada kami semua, karena Bapak orangnya humoris dan pintar sekali membuat kelucuan-kelucuan yang membikin suasana jadi lebih “hidup”. Bila Bapak tidak masuk ruangan belajar, maka sejujurnya menurut saya “tidak menyenangkan dan sedih”, jadi lebih baik saya pergi ke gramedia atau perpustakaan saja untuk membaca buku yang saya senangi. Saran saya agar Bapak bisa lebih meningkatkan pengajaran agar menjadi yang lebih baik lagi kedepannya. Tapi secara keseluruhan, Bapak sudah bisa menjadi dosen yang baik dan bermartabat.

Dosen Mata Kuliah Pendidikan Agama Islam
Masnor., S.Ag., M.Pd

Sanggahan:   Saya sangat senang dengan pelajaran pendidikan agama Islam yang Bapak ajarkan kepada kami semua, karena Bapak orangnya baik, cakep, perhatian kepada mahasiswa/i Bapak, dan juga wajah Bapak mengingatkan saya dengan instruktur saya yang hingga sekarang mengajar di Stephen Komputer Pekanbaru. Saran saya agar Bapak bisa lebih meningkatkan pengajaran agar menjadi yang lebih baik lagi kedepannya. Tapi secara keseluruhan, Bapak sudah bisa menjadi dosen yang baik dan bermartabat.

Dosen Mata Kuliah Telaah Kurikulum Bahasa Indonesia SMTA
Drs. Nazirun., M.Ed

Sanggahan:   Saya suka dengan pelajaran telaah kurikulum yang Bapak ajarkan kepada kami semua, karena dalam pengajaran, Bapak lebih mementingkan mahasiswa/i membuat pertanyaan dan nanti Bapak yang akan menjawabnya atau memberi kesempatan kepada teman-teman yang lainnya untuk memberikan jawaban berdasarkan pemahaman atau logika. Saran saya agar Bapak bisa lebih meningkatkan pengajaran agar menjadi yang lebih baik lagi kedepannya. Tapi secara keseluruhan, Bapak sudah bisa menjadi dosen yang baik dan bermartabat.

Dosen Mata Kuliah Telaah Buku Teks Bahasa Indonesia SMTA
Drs. Mangatur Sinaga., M.Pd

Sanggahan:   Saya sangat senang dengan pelajaran telaah buku teks yang Bapak ajarkan kepada kami semua, karena bahan-bahannya lebih mudah dikuasai untuk diserap pelajarannya. Bapak juga sering membuat humoris dan kelucuan-kelucuan yang membikin suasana di dalam ruangan menjadi “hidup”. Saran saya agar Bapak bisa lebih meningkatkan pengajaran agar menjadi yang lebih baik lagi kedepannya. Tapi secara keseluruhan, Bapak sudah bisa menjadi dosen yang baik dan bermartabat.

Dosen Mata Kuliah Ilmu Alamiah Dasar
Roza Mildawati., S.T., M.T

Sanggahan:   Saya suka dengan pelajaran ilmu alamiah dasar yang Ibu ajarkan kepada kami semua, karena Ibu lebih banyak pengetahuan yang dimiliki, jadi mahasiswa/i lebih memahami apa yang Ibu sampaikan. Ibu termasuk dosen yang dekat dengan mahasiswa/i nya. Saran saya agar Ibu bisa lebih meningkatkan pengajaran agar menjadi yang lebih baik lagi kedepannya. Tapi secara keseluruhan, Ibu sudah bisa menjadi dosen yang baik dan bermartabat.

Dosen Mata Kuliah Menyimak
Ermawati S, S.Pd., M.A

Sanggahan:   Saya sangat senang dengan pelajaran menyimak yang Ibu ajarkan kepada kami semua, karena Ibu lebih banyak pengetahuan yang dimiliki, jadi mahasiswa/i lebih memahami apa yang Ibu sampaikan. Karakteristik Ibu ketika mengajar kami adalah tegas serta diselingi dengan kelucuan-kelucuan yang singkat. Saran saya agar Ibu bisa lebih meningkatkan pengajaran agar menjadi yang lebih baik lagi kedepannya. Tapi secara keseluruhan, Ibu sudah bisa menjadi dosen yang baik dan bermartabat.
Dosen Mata Kuliah Linguistik Umum
Roziah., S.Pd., M.A

Sanggahan:   Saya sangat senang dengan pelajaran linguistik umum yang Ibu ajarkan kepada kami semua, karena Ibu lebih banyak pengetahuan yang dimiliki, jadi mahasiswa/i lebih memahami apa yang Ibu sampaikan. Ibu juga sering membuat humor-humor yang menyenangkan di dalam ruangan belajar, sehingga kami merasa nyaman ketika di ajar sama Ibu. Saran saya agar Ibu bisa lebih meningkatkan pengajaran agar menjadi yang lebih baik lagi kedepannya. Tapi secara keseluruhan, Ibu sudah bisa menjadi dosen yang baik dan bermartabat.